Online
Yang Sedang Online
» 7 Anggota SF | 138 Tamu
adhit, as_iwank, ekouhui, hasanaditya, MCSSOUND, teguhp, ulla_abdee

SPONSOR
www.hadisumoro.com

Solfegio Saxophone

Latest Threads
HARGA KIT APEX MULAI TANG...
Postingan : ulla_abdee
PA B500 by Apex (lanjutan...
Postingan : dodon
salam kenal
Postingan : aslim
cara masang tone control
Postingan : aslim
Paralel ocl 150 watt
Postingan : bimo_tok
Kit PA yang Cocok untuk D...
Postingan : muktibontang
Audio Mobil yang seperti ...
Postingan : kloengsoer
Dasar Car Audio - 1
Postingan : kloengsoer
Filter subwoofer + power ...
Postingan : kloengsoer
skema box speaker
Postingan : sukawidya_made
DANGDUT FULL STYLE
Postingan : usefibeftea
PAKET BANYAK STYLE CASIO ...
Postingan : Adistia Print
Salam kenal
Postingan : gilimanese
Cara Merancang Amplifier
Postingan : bimo_tok
Ruang Pamer APEX B500 dan...
Postingan : gondhoarum



Dasar Rancangan Power Supply Untuk Audio Amplifier
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #1
 
Rangkain dan penghitungan power supply kadang menjadi anak tiri kalau kita membuat audio amplifier padahal fungsinya sangatlah vital sebagai sumber tenaga. Bagaimana seharusnya power supply untuk audio amplifier seharusnya?
Mari kita bahas disini  \:D/

Sebagai pembuka saya tampilkan skema dasar dari power supply, silahkan nanti dikembangkan dan dikritisi.

[Gambar: psu.gif]

SW1 : Switch/saklar pemutus arus
T1    : Trafo step down penurun tegangan
BR    : "Bridge Rectifier" Jembatan dioda penyearah tegangan
R1 & R2  : Resistor "Bleeder", pengosong kapasitor pada saat dimatikan
C1 & C2  : Perata tegangan, mengurangi ripple voltage.

Pertanyaan lain yang muncul,
- Apa kekurangan power supply ini?
- Bagaimana menentukan ukuran R1 & R2?
- Bagaimana menentukan ukuran C1 & C2?

Mari kita bahas..

Nb: Kalau berkenan, mohon Momod untuk dibuat "sticky" agar bagi newbie tidak banyak lagi pertanyaan yang berulang-ulang tentang power supply untuk amplifier
29-01-2011
06:50 AM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #2
 
Mungkin saya tambahkan pertanyaan yang berhubungan dengan kelemahan power supply diatas..
- Bagaimana dengan spike arus pada saat pengisian pertama capasitor?
- Berapa resistansi capasitor
- Bagaimana dengan induktansi capasitor?
- Apa yang dimaksud dengan ESR dan ESL?
- Apakah perlu snubber untuk capasitor?
- Bagaimana jika dua buah capasitor paralel masing masing kanal?
- Apa pengaruh dioda fast recovery dan soft recovery?
- Kenapa ada noise pada power supply?
- Bagaimana menentukan kemampuan dioda bridge?
- Bagaimana memisahkan voltase supply untuk VAS dan Final transistor?
- Apa fungsi softstar dan bagaimana cara kerjanya?
- Bagaimana dengan active softstar?
-  Bagaimana grounding seharusnya?
- Apa yang dimaksud quite ground?
29-01-2011
07:03 AM
kutip |
inu
Solfree


Postingan: 151
Terdaftar: Nov 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #3
 
Bung, Fuse ketinggalan...
29-01-2011
07:22 AM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #4
 
inu link=topic=4299.msg45437#msg45437 date=1296260569 Menuliskan:Bung, Fuse ketinggalan...

Oh, iyaa...terimakasih sudah mengingatkan..jadi nambah pertanyanya  :D

Berapa ukuran fuse yang harus dipasang?
29-01-2011
07:26 AM
kutip |
Tuby@Jepara
Solfers


Postingan: 560
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #5
 
Fuce AC & DC out,...?
29-01-2011
07:53 AM
kutip |
danzrose
Solfers


Postingan: 2.564
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #6
 
nambah pertanyyan lagi jenis fuse slow atau fast??
29-01-2011
07:58 AM
kutip |
SONY REGENG
Solfers


Postingan: 264
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: 6 Juli 2013
Donatur: unregistered

Postingan: #7
 
Semua pertanyaan soal PSU sdh dilontarkan Bang Gea. Bahkan byk pertanyaan yg amat tdk terpikirkan oleh saya sblmnya. Istilah2 yg blm sy knl sama sekali jg. Ternyata skema PSU yg dasar skemanya cuma sederhana menyimpan byk misteri terutama bagi pemula seperti saya. Tdk ada yg mampu saya tanyakan. keilmuan tentangnya msh amat minim. Apalagi mau kasi deskripsi. izin menyimak demi menimba ilmu. Topik yg amat bagus dan signifikan. Kepada momod yg berkompeten menjawab mohon perhatiannya.  ^:)^
29-01-2011
08:05 AM
kutip |
vorezky04
Solfree


Postingan: 193
Terdaftar: Nov 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #8
 
Kalau di bahas panjang lebar udah seperti kuliah dnx!!!
29-01-2011
12:34 PM
kutip |
Yassud
Solfers Donatur


Postingan: 1.053
Terdaftar: Aug 2010
Duri-Riau
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #9
 
inu link=topic=4299.msg45437#msg45437 date=1296260569 Menuliskan:Bung, Fuse ketinggalan...

Fuse tidak menentukan hasil dari nilai rangkaian PS, fungsi pengamanan bisa ditambahin belakangan aja. Dilanjutss
29-01-2011
01:33 PM
kutip |
dions
Solfree


Postingan: 299
Terdaftar: Dec 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #10
 
ikut nyimak.. Monggo dlanjut
29-01-2011
01:57 PM
kutip |
imron
Solfree


Postingan: 373
Terdaftar: Oct 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #11
 
yang sedehana begitu banyak misteri yang tersimpan apalagi yang kaya psu kelas h y???
29-01-2011
02:06 PM
kutip |
inu
Solfree


Postingan: 151
Terdaftar: Nov 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #12
 
Yassud link=topic=4299.msg45510#msg45510 date=1296282815 Menuliskan:Fuse tidak menentukan hasil dari nilai rangkaian PS, fungsi pengamanan bisa ditambahin belakangan aja. Dilanjutss


duluan aja pak..soalnya nanti telat untuk diamankan...  ;-)  ;-)

kalu sikring di ganti sama MCB/ELCB bisa gak yah??? dari pada putus ganti, putus ganti.
29-01-2011
03:47 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #13
 
Ada skema dasar alternatif lainnya:

[Gambar: psualternatif.gif]

Apa kelebihan dibanding skema dasar di awal?
Jika terjadi perbedaan beban antara rail positif dan rail negatif maa akan terjadi perbedaan voltase antara keduanya rail positif dan negatif, perbedaan voltase ini akan menyebabkan aliran arus karena perbedaan potensial. jadi titik nol bukan lagi di CT tapi bergeser.

Perbedaan beban bisa jadi karena memang dari awal lilitan sekunder tidak persis sama atau tegangan bias yang berbeda sehingga voltase swing positif dan negatif pada keluaran power amplifier berbeda (beda amplitudo voltase beda power, dengan asumsi arus sama).

Aliran arus langsung di trafo rail positif dan negatif karena perbedaan beban kerja (voltase tidak sinkron) bisa menyebabkan trafo berdengung dan kinerjanya akan menurun. Hal ini akan lebih sensitif pada trafo toroid di banding EI "roti tawar"

lalu bagaimana cara memisahkan tap CT-nya?
Gampang, di tap CT ada 2 kawat yang digabung jadi satu (pada dasarnya memang nyambung). Kawat ini dipisah/diputus.
29-01-2011
03:54 PM
kutip |
wanto
Solfree


Postingan: 185
Terdaftar: Sep 2010
bontang
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #14
 
terus jawaban atas pertanyaan skema yang pertama gimana kang gea?
29-01-2011
04:06 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #15
 
Mungkin simulasi ini bisa membantu memahami

[Gambar: psualternatifsimulasi.gif]

Jika rail positif seimbang, tidak ada aliran arus di R 10 ohm. Bandingkan dengan gambar ke 2 ke 3 dari kiri, terdapat aliran arus dan daya yang terbuang.

Jadi line grounding yang seharusnya benar-benar 0 akhirnya tidak lagi 0, ada aliran arus di kabel grounding, ini bisa menyebabkan "hum" dengung. resistor 10 ohm diibaratkan resistansi kabel grounding
29-01-2011
04:08 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #16
 
wanto link=topic=4299.msg45562#msg45562 date=1296291997 Menuliskan:terus jawaban atas pertanyaan skema yang pertama gimana kang gea?


Sabar kang, kuliahnya kan 1 tahun, gak bisa beres satu hari  =))
29-01-2011
04:08 PM
kutip |
wanto
Solfree


Postingan: 185
Terdaftar: Sep 2010
bontang
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #17
 
\:D/  \:D/ :D  :D gampang ngak sabaran saya =))  =))
soalnya selama ini jenis yang saya pakai seperti yang di atas dan udah bertahun" belum ada masalah  walau kadang harus on 2hari 2malam palinng" istirahat pagi aja jam7 ss/d 9, maklum gaya sound orang udik
29-01-2011
04:17 PM
kutip |
Yassud
Solfers Donatur


Postingan: 1.053
Terdaftar: Aug 2010
Duri-Riau
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #18
 
inu link=topic=4299.msg45555#msg45555 date=1296290837 Menuliskan:kalu sikring di ganti sama MCB/ELCB bisa gak yah??? dari pada putus ganti, putus ganti.

Emang kelebihan MCB ialah putus nyambung, putus nyambung, seharusnya kalau udah putus ya diganti aja (BBB=mode on). :D
29-01-2011
06:01 PM
kutip |
icm
Momod


Postingan: 7.191
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #19
 
Ikutan nyimak ;))
29-01-2011
06:10 PM
kutip |
TOP~@
Solfree


Postingan: 41
Terdaftar: Jan 2011

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #20
 
Gea link=topic=4299.msg45428#msg45428 date=1296258651 Menuliskan:Rangkain dan penghitungan power supply kadang menjadi anak tiri kalau kita membuat audio amplifier padahal fungsinya sangatlah vital sebagai sumber tenaga. Bagaimana seharusnya power supply untuk audio amplifier seharusnya?
Mari kita bahas disini  \:D/

Sebagai pembuka saya tampilkan skema dasar dari power supply, silahkan nanti dikembangkan dan dikritisi.

[Gambar: psu.gif]

SW1 : Switch/saklar pemutus arus
T1    : Trafo step down penurun tegangan
BR    : "Bridge Rectifier" Jembatan dioda penyearah tegangan
R1 & R2  : Resistor "Bleeder", pengosong kapasitor pada saat dimatikan
C1 & C2  : Perata tegangan, mengurangi ripple voltage.

Pertanyaan lain yang muncul,
- Apa kekurangan power supply ini?
- Bagaimana menentukan ukuran R1 & R2?
- Bagaimana menentukan ukuran C1 & C2?

Mari kita bahas..

Nb: Kalau berkenan, mohon Momod untuk dibuat "sticky" agar bagi newbie tidak banyak lagi pertanyaan yang berulang-ulang tentang power supply untuk amplifier


Klo menurut saya GND INnya lebih baik diambil dari GND  PA saja, jangan ke GND dekat trafo. Terus klo ada tone controlnya GND tone control ke GND PA. jadi urut-urutan GND sbb:
SPEAKER--CT--PA--TC--IN
29-01-2011
06:37 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #21
 
TOP~@ link=topic=4299.msg45612#msg45612 date=1296301055 Menuliskan:Klo menurut saya GND INnya lebih baik diambil dari GND  PA saja, jangan ke GND dekat trafo. Terus klo ada tone controlnya GND tone control ke GND PA. jadi urut-urutan GND sbb:
SPEAKER--CT--PA--TC--IN


Jika grounding PSU tidak beres iya, bisa memunculkan ground loop. makanya ground in pada Blazer di seri dengan resistor 10 ohm, ini adalah contoh sederhana antisipasi grounloop. Jika ada yang resistor 10 ohm kebakaran pada Blazer bisa dipastikan grounding tidak beres, ada aliran arus pada grounding yang melebihi daya tahan resitor yang hanya 1 watt. dengan  +/- 70 VDC jika ada aliran arus hanya 0,02A pada grounding bisa menyebabkan resistor kebakar.
29-01-2011
06:42 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #22
 
Apa sebenarnya grounding?

Grounding adalah titik dasar pengukuran, beda potential 15 volt di PA dengan 15 volt di mixer apakah sama? bisa jadi tidak sama jika acuan ground tidak sama.

masing-masing punya grounding lokal, kalau ilmu pemetaan ada istilah 0 lokal (Mod Indra pasti ngerti nih  :)) )

Grounding universal adalah groundingnya PLN, supaya grounding-grounding lokal (masing-masing unit) bisa sama harus ada koreksi supaya tidak muncul aliran arus karena perbedaan referensi 0 volt bagi masing-masing unit. Jika PA groundingnya 0,1 V thd grounding PLN, Mixer -0,2 Volt terhadap 0 PLN  berarti ada beda potensial masing-masing grounding sehingga memunculkan aliran arus, ini yang disebut groundloop.

Kebanyakan teori nih, nanti komentarnya pasti sama "..selama ini saya tidak masalah dengan PA saya..", tapi disisi lain masih banyak yang bertanya, kenapa netrum? kenapa dengung? kenapa..bla..bla...  =)) =))
29-01-2011
07:00 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #23
 
Gea link=topic=4299.msg45619#msg45619 date=1296302422 Menuliskan:Apa sebenarnya grounding?

Grounding adalah titik dasar pengukuran, beda potential 15 volt di PA dengan 15 volt di mixer apakah sama? bisa jadi tidak sama jika acuan ground tidak sama.

masing-masing punya grounding lokal, kalau ilmu pemetaan ada istilah 0 lokal (Mod Indra pasti ngerti nih  :)) )

Grounding universal adalah groundingnya PLN (atau pembumian), supaya grounding-grounding lokal (masing-masing unit) bisa sama harus ada koreksi supaya tidak muncul aliran arus karena perbedaan referensi 0 volt bagi masing-masing unit. Jika PA groundingnya 0,1 V thd grounding PLN, Mixer -0,2 Volt terhadap 0 PLN  berarti ada beda potensial masing-masing grounding sehingga memunculkan aliran arus, ini yang disebut groundloop.

Kebanyakan teori nih, nanti komentarnya pasti sama "..selama ini saya tidak masalah dengan PA saya..", tapi disisi lain masih banyak yang bertanya, kenapa netrum? kenapa dengung? kenapa..bla..bla...  =)) =))


Waduh salah mengedit: maksudnya mengedit grounding PLN (Pembumian)
29-01-2011
07:01 PM
kutip |
Gea
Solfers


Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #24
 
Jika mau mencek apakah ground PA, TC atau Mixer sudah sama atau belum:

jangan ada contact body antar unit, dan jangan dulu disambungkan ground masing-masing unit dengan ground PLN

- ukur voltase antar ground (kumungkinan ukurannya akan kurang dari 1 volt jadi pakai skala kecil pada volt meter).
29-01-2011
07:20 PM
kutip |
Santo
Solfree


Postingan: 87
Terdaftar: Jan 2011

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #25
 
Ikut nyimak juga,Pendatang baru.dan baru tahu,kalau groundnya trafo sekunder bisa dipotong dua.lanjutkan.seru!
29-01-2011
07:27 PM
kutip |