Online
Yang Sedang Online
» 1 Anggota SF | 89 Tamu
omagung

SPONSOR
www.hadisumoro.com

Solfegio Saxophone

Latest Threads
PA B500 by Apex (lanjutan...
Postingan : dodon
Nanya ukuran Box 2X15 +tw...
Postingan : rikochamko
Cara Merancang Amplifier
Postingan : gantex
Bagaimana setting Alesis ...
Postingan : Sujito Basir
HARGA KIT APEX MULAI TANG...
Postingan : ulla_abdee
salam kenal
Postingan : aslim
cara masang tone control
Postingan : aslim
Paralel ocl 150 watt
Postingan : bimo_tok
Kit PA yang Cocok untuk D...
Postingan : muktibontang
Audio Mobil yang seperti ...
Postingan : kloengsoer
Dasar Car Audio - 1
Postingan : kloengsoer
Filter subwoofer + power ...
Postingan : kloengsoer
skema box speaker
Postingan : sukawidya_made
DANGDUT FULL STYLE
Postingan : usefibeftea
PAKET BANYAK STYLE CASIO ...
Postingan : Adistia Print



Review Box Speaker Mirip EAW SB 1002 (By Adellia)
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #1
 
Pada dasarnya, box speaker hanyalah sebuah kotak. Entah itu dibuat dengan sistem tertutup, ataupun sistem port. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan  sound system dengan kualitas yang baik, maka dibuatlah disain-disain box speaker agar dapat memenuhi berbagai keperluan dan lokasi yang berbeda-beda. Disini saya mengesampingkan  tentang gebugan, tendangan ataupun lemparan suara dari sebuah box subwoofer. Saya lebih mengarah pada grafik yang ditampilkan oleh software, yang tentu dapat mewakili "suara" yang dikeluarkan box speaker. Mengapa demikian, karena kita tidak bisa saling mendengarkan suaranya ;)

Sebagian besar dari kita, termasuk saya tentu beranggapan bahwa jika kita membuat box speaker, mustahil suaranya bisa mendekati box speaker built up.

[Gambar: sb1002.gif]

Karena merupakan produk dari pabrikan box speaker kelas dunia, kualitas untuk merepro nada tentu sangat sempurna. Hal ini dapat diketahui dari grafik yang dikeluarkan oleh produsen.

[Gambar: SB3.jpg]

Secara sederhana, dari grafik terebut kita dapat mengetahui bahwa EAW SB1002  merespon nada rendah dengan cukup baik. Jika kita lihat pada grafik tersebut, pada frekewensi dibawah 30 Hz grafik cenderung naik sampai pada titik tertinggi di sekitar 40 Hz - 50 Hz dan berlanjut secara flat sampai pada frekwensi sekitar 100 Hz. Dari sini kita mendapat sebuah gambaran bahwa EAW SB 1002 dapat merepro nada dengan maksimal di rentang frekwensi antara 40 Hz sampai 100 Hz.

Bagaimana jika dibandingkan dengan box speaker bikinan Mbak Adellia, yang ukurannya saja sudah sangat jauh menyimpang :(

[Gambar: Box3.jpg]

Grafik berikut ini adalah penampakan dari software EAW Smart V.6 Maaf, bukan versi b4j4k4n.

[Gambar: JpgSB1002DIY.jpg]

Jika kita lihat pada grafik tersebut, pada frekewensi dibawah 30 Hz grafik cenderung naik sampai pada titik tertinggi di sekitar 50 Hz  dan berlanjut secara flat sampai pada frekwensi sekitar 250 Hz. Dari sini kita mendapat sebuah gambaran bahwa box speaker bikinan Mbak Adellia dapat merepro nada dengan maksimal di rentang frekwensi antara 40 Hz sampai 250 Hz.
Mungkin karena dimensinya yang lebih sempit tetapi dengan ukuran yang lebih panjang dari EAW SB1002 yang membuat jangkauan frekwensinya lebih lebar.
28-08-2010
07:10 PM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #2
 
Lanjut terus... sampe perangkat yang dipake coba2 kemaren, biar temen2 yang laen gak banyak trial and error :P
28-08-2010
08:30 PM
kutip |
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #3
 
Adellia link=topic=340.msg693#msg693 date=1283002234 Menuliskan:Lanjut terus... sampe perangkat yang dipake coba2 kemaren, biar temen2 yang laen gak banyak trial and error :P

Foto-foto yang kemaren diupload kemana ya? img atau photobucket. Lali mbak  ::)
28-08-2010
11:43 PM
kutip |
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #4
 
Jika temen2 sudah paham atau sedikit paham tentang pembacaan grafik diatas, tentu pada mengira power yang digunakan adalah power built up. Waktu eksperimen kemaren memang sempet pake power crown punya Mbak Adel.
Konfigurasinya : Laptop - Mixer Mackie - Power Crown - 2X Speaker DTS

Tetapi grafik diatas adalah saat memakai power rakitan, karena kata mBak Adellia di forum ini banyak yang  punya Blazer.
Konfigurasinya : Laptop - Mixer Soundrenaline - Tone Control Bifet BGR - Power X6 - 2X Speaker DTS.

Perbedaan antara konfigurasi pertama dan kedua terletak pada frekwensi terendah yang bisa dicapai. Dengan power Crown, nada terendahnya mencapai 35 Hz. Flatnya sih sama sampai di 250 Hz. Hal ini dikarenakan kemampuan Blazer X6 hanya di kisaran 40 Hz, sulit mencapai dibawah itu. Untuk mixer Soundrenaline dan tone control bifet telah dikalibrasi pada frekwensi flat.

Dari experimen ini didapatkan bahwa box speaker seperti SB1002 dengan didorong Blazer X6 sudah mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Mungkin akan lebih baik jika memakai X8 atau X10, sayangnya disini cuman ada X6 :(
29-08-2010
01:35 AM
kutip |
hadita
Solfree


Postingan: 267
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #5
 
Kompak banget refrensi kolaborasi pak anto&mbak adelia jd mantab pingin coba SB 1000,tp lebih jelas lagi penampakan SB 1000 versi jatim tampil berbagai pose center top/close-up,side kanan kiri,dalemnya  btw sudah sangat meyakinkan...kupas terus sampai tuntas...
29-08-2010
05:23 AM
kutip |
hadita
Solfree


Postingan: 267
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #6
 
O ya pak anto /mbk Lia usul nich DTS speakernya di ulas jg dengan thread terpisah ....biar jadi lebih gamblang lagi rekan2 solfer termasuk saya yg baru dengar DTS maklum pemula masih kuper....maaf OOT... ::) ::) ::)
29-08-2010
05:34 AM
kutip |
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #7
 
hadita link=topic=340.msg773#msg773 date=1283034230 Menuliskan:Kompak banget refrensi kolaborasi pak anto&mbak adelia jd mantab pingin coba SB 1000,tp lebih jelas lagi penampakan SB 1000 versi jatim tampil berbagai pose center top/close-up,side kanan kiri,dalemnya  btw sudah sangat meyakinkan...kupas terus sampai tuntas...


Boxnya lagi dibongkar mas ;) ada beberapa tambahan penguat didalamnya. Kalo udah kelar biar diupload sama mbak Adellia.
29-08-2010
08:39 AM
kutip |
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #8
 
hadita link=topic=340.msg774#msg774 date=1283034857 Menuliskan:O ya pak anto /mbk Lia usul nich DTS speakernya di ulas jg dengan thread terpisah ....biar jadi lebih gamblang lagi rekan2 solfer termasuk saya yg baru dengar DTS maklum pemula masih kuper....maaf OOT... ::) ::) ::)


Speaker DTS sama saja koq dengan speaker2 lain di kisaran harga yang sama.
29-08-2010
08:42 AM
kutip |
Emir Widya
Solfree


Postingan: 58
Terdaftar: Aug 2010
Bandung
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #9
 
Kemaren waktu nyoba crossovernya di berapa ya Mas?
29-08-2010
12:38 PM
kutip |
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #10
 
Emir Widya link=topic=340.msg842#msg842 date=1283060335 Menuliskan:Kemaren waktu nyoba crossovernya di berapa ya Mas?

Ha...ha...ha... Ini experimen gak profesional mas  ;D Gak pake crossover. Dari laptop, sound card, tone control, baru ke power blazer. Tone controlnya kondisi flat mas. Makanya di grafik yang warna merahnya melompat2 pada frekwensi highnya. Kayaknya keluar juga juga sih frekwensi highnya, cuman gak kelihatan di grafik.
29-08-2010
05:24 PM
kutip |
kloengsoer
Solfers


Postingan: 1.337
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unlimited
Donatur: unregistered

Postingan: #11
 
grafik untuk acuan pakai yang mana ? harusnya di tes pada saat dan kondisi yang sama,

kuatir , 1 real disana dapat 2 liter bensin, 1 rupiah disini cuma dapat uap  ;D 


kurang dan lebih mohon maklum adanya
29-08-2010
05:47 PM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #12
 
kloengsoer link=topic=340.msg862#msg862 date=1283078829 Menuliskan:grafik untuk acuan pakai yang mana ? harusnya di tes pada saat dan kondisi yang sama,

kuatir , 1 real disana dapat 2 liter bensin, 1 rupiah disini cuma dapat uap  ;D


Kalo menyamakan kondisi dengan EAW SB 1002, ya gak bisa kang, wong saya gak kuat beli yang asli hi...hi...hi...
Sebetulnya percobaan ini cuman buat ngeliat box jadi-jadian ini bisa merepro nada seberapa rendah. Itu saja. Maklum kang, speakernya aja kelas bawah.  Amplinya juga cuman X6.
Kalo menurut telinga sih. suara bassnya sama saja dengan box bandpass yang saya pakai. Tapi di box jadi-jadian ini suara ketipung dan gendang  lebih muncul. Kalo dilihat dari penampakan grafik begitu juga. Box ini lebih lebar range frekwensinya dibanding bandpass.
29-08-2010
07:12 PM
kutip |
Emir Widya
Solfree


Postingan: 58
Terdaftar: Aug 2010
Bandung
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #13
 
Anto Wood link=topic=340.msg859#msg859 date=1283077466 Menuliskan:Ha...ha...ha... Ini experimen gak profesional mas  ;D Gak pake crossover. Dari laptop, sound card, tone control, baru ke power blazer. Tone controlnya kondisi flat mas. Makanya di grafik yang warna merahnya melompat2 pada frekwensi highnya. Kayaknya keluar juga juga sih frekwensi highnya, cuman gak kelihatan di grafik.


Mas Anto, jika saya membaca grafik yang ditampilkan Smaart Live nya, terlihat ada crossover di 250 Hz, jika tanpa crossover seharusnya bisa tembus hingga 1 kHz Mas. Justru pada bacaan tersebut highnya tidak keluar Mas.






29-08-2010
07:49 PM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #14
 
Pengukuran kemaren gak ake crossover mas, tapi di tone controlnya untuk treble tertutup. Mungkin mas Anto mengartikan crossover yang biasanya nempel di box.

Tujuan treble ditutup karena hanya untuk mencari seberapa rendah nada yang dapat direpro. Setelah pengukuran kemarin, dicoba juga dengan speaker aktif huper untuk mengetahui bisakah terbaca flat pada Smaart V.6

Ini grafik dari bandpass, juga dipangkas pada tone controlnya.

[Gambar: Bandpass.jpg]
29-08-2010
08:16 PM
kutip |
Anto Wood
Solfree


Postingan: 35
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #15
 
Emir Widya link=topic=340.msg878#msg878 date=1283086173 Menuliskan:Mas Anto, jika saya membaca grafik yang ditampilkan Smaart Live nya, terlihat ada crossover di 250 Hz, jika tanpa crossover seharusnya bisa tembus hingga 1 kHz Mas. Justru pada bacaan tersebut highnya tidak keluar Mas.


Wah saya kira crossover yang biasanya ditanam di box itu mas ;)
Waktu coba2 kemaren ya cuman buka tutup treblenya tone control saja. Soalnya cuman pengen liat lownya saja, nggak perlu sampai high. Besok2 deh biar dicoba lagi tanpa di cut.
29-08-2010
10:49 PM
kutip |
Emir Widya
Solfree


Postingan: 58
Terdaftar: Aug 2010
Bandung
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #16
 
Betul Mas Anto dan Mba Adel, memang sebaiknya tanpa menutup high dahulu, biarkan saja semua frekuwnsi keluar. Ini sudah bagus sekali kalau responnya demikian Mas Anto.
30-08-2010
08:18 AM
kutip |
Fazar
Solfree


Postingan: 80
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #17
 
ikut nimbrung mbak adelia mana foto SB1002nya yang sudah jadi foto yang lenkap dong jangan separuh gitu :-)]
30-08-2010
10:18 AM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #18
 
Fazar link=topic=340.msg1046#msg1046 date=1283138310 Menuliskan:ikut nimbrung mbak adelia mana foto SB1002nya yang sudah jadi foto yang lenkap dong jangan separuh gitu :-)]


Masih dioprek sama pak tukang, nambahin glasswool didalam boxnya. Kalo udah kelar saya upload deh...
30-08-2010
01:09 PM
kutip |
Emir Widya
Solfree


Postingan: 58
Terdaftar: Aug 2010
Bandung
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #19
 
Seharusnya tidak perlu glasswool di dalamnya Mba.
30-08-2010
04:26 PM
kutip |
Menying
Solfree


Postingan: 141
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #20
 
terimakasih mas dan mbak udah sharing project yang bagus
Menying masih bingung nih....

bagaimana cara ambil data smaart yg benar?
- posisi mic nodong ke box atau malah njungkel ke tanah sedekat mungkin?
- bagaimana posisi box, mulut menghadap kesamping atau malah keatas?
- jarak mic ke speaker berapa meter?
- berapa volt output ampli?
- berapa jarak minimum box dengan benda2 penghalang sekitarnya? apakah di lapangan kosong lebih baik?
- berapa % toleransi coherency?
30-08-2010
04:47 PM
kutip |
Emir Widya
Solfree


Postingan: 58
Terdaftar: Aug 2010
Bandung
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #21
 
He6x.. ini pertanyaan Mas mau bikin saya telanjang nih.. yang pertama saja di jawab dulu deh :

Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN
30-08-2010
05:34 PM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #22
 
Emir Widya link=topic=340.msg1116#msg1116 date=1283160396 Menuliskan:Seharusnya tidak perlu glasswool di dalamnya Mba.

Betul mas Emir, untuk sub woofer memang gak perlu glasswooll. Tapi tetep saja saya pasang, biar kalo timbul nadayang agak mid bisa sedikit keredam.
30-08-2010
06:05 PM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #23
 
Menying link=topic=340.msg1122#msg1122 date=1283161650 Menuliskan:terimakasih mas dan mbak udah sharing project yang bagus
Menying masih bingung nih....

bagaimana cara ambil data smaart yg benar?
- posisi mic nodong ke box atau malah njungkel ke tanah sedekat mungkin?
- bagaimana posisi box, mulut menghadap kesamping atau malah keatas?
- jarak mic ke speaker berapa meter?
- berapa volt output ampli?
- berapa jarak minimum box dengan benda2 penghalang sekitarnya? apakah di lapangan kosong lebih baik?
- berapa % toleransi coherency?


Wah kalo pertanyaan begini, kayaknya cuman mas emir yang bisa jawab :D
Biar saya ikut belajar ;-)
30-08-2010
06:08 PM
kutip |
Emir Widya
Solfree


Postingan: 58
Terdaftar: Aug 2010
Bandung
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #24
 
Di atas sudah saya kasih bocoran Mba, tunggu orangnya menjawab dulu, kayanya harus menghidupkan lagi judul soal Smaart Live Mba.

Soal peredam di dalam memang aslinya ada sedikit saja, di dinging yang berlawanan dengan woofer, dengan menggunakan dakron saja Mba.
30-08-2010
06:54 PM
kutip |
Adellia
Solfree


Postingan: 44
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #25
 
Emir Widya link=topic=340.msg1150#msg1150 date=1283169265 Menuliskan:Di atas sudah saya kasih bocoran Mba, tunggu orangnya menjawab dulu, kayanya harus menghidupkan lagi judul soal Smaart Live Mba.


Penjelasan Mas Emir di forum yang kurang detail, misalnya routing kabelnya saja masih banyak yang bingung  :(( Apa perlu bikin threat baru ya...?

Kutipan:Soal peredam di dalam memang aslinya ada sedikit saja, di dinging yang berlawanan dengan woofer, dengan menggunakan dakron saja Mba.


Betul mas, cuman dilapiskan pada dinding yang ada di belakang speker. Saya pake bahan yang biasa digunakan untuk peredam mobil, tapi gak tau namanya  :))  Lebih sehat daripada glasswooll.
30-08-2010
07:37 PM
kutip |